Setelah menjalani tahap wawancara kerja, kebanyakan dari kita cenderung menunggu hasil dari pihak perusahaan. Namun, menunggu terlalu lama tanpa tindakan follow up bisa jadi memperkecil peluang untuk diterima bekerja di perusahaan tersebut. Oleh karena itu, dalam artikel ini, saya akan membahas tentang pentingnya melakukan follow up setelah interview kerja dan cara-cara yang efektif untuk melakukannya.

Pentingnya Follow Up Setelah Interview Kerja 

Follow up adalah tindakan untuk mengecek status seleksi kandidat setelah wawancara kerja. Melakukan follow up menunjukkan bahwa kamu serius dan berminat untuk bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu, dengan melakukan follow up, kamu juga bisa menunjukkan kemampuan komunikasi dan inisiatif yang baik kepada perusahaan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Follow Up? 

Setelah selesai menjalani wawancara kerja, kamu bisa menanyakan kapan estimasi waktu pengumuman hasil seleksi kepada para pewawancara. Jika waktu pengumuman sudah melewati batas yang ditentukan, maka itu merupakan waktu yang tepat untuk melakukan follow up. Namun, jangan terlalu cepat melakukan follow up, karena perusahaan mungkin membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan semua kandidat.

Tips Follow Up yang Efektif 

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan saat melakukan follow up setelah interview kerja:

Kirim Email atau Pesan Pendek

Kirim email atau pesan singkat kepada HRD atau pewawancara yang bertanggung jawab atas seleksi kandidat. Jelaskan bahwa kamu telah melakukan wawancara dan ingin mengetahui perkembangan seleksi.

Sampaikan Terima Kasih 

Jangan lupa untuk menyampaikan terima kasih atas kesempatan wawancara dan waktu yang telah diberikan. Tunjukkan bahwa kamu menghargai waktu dan usaha yang telah diberikan oleh perusahaan.

Tunjukkan Minat untuk Bekerja 

Tunjukkan minat dan motivasi untuk bekerja di perusahaan tersebut. Jangan terlalu memaksakan diri, namun sampaikan dengan sopan dan tegas bahwa kamu sangat berminat untuk bergabung dengan tim di perusahaan tersebut.

Tanyakan Pertanyaan yang Spesifik 

Jika kita ingin menanyakan hal-hal yang spesifik, pastikan untuk menanyakan pertanyaan yang relevan dan jelas. Hindari pertanyaan yang sudah dijelaskan pada tahap wawancara sebelumnya.

Perhatikan Bahasa dan Cara Menulis 

Pastikan untuk menggunakan bahasa yang sopan, profesional dan jangan terlalu informal saat menulis email atau pesan pendek. Gunakan tanda baca dan penulisan yang baik dan benar agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik.

Cara Menjaga Etika Saat Menanyakan Hasil Seleksi 

Menjaga etika saat menanyakan hasil seleksi juga sangat penting untuk menjaga hubungan baik dengan perusahaan. Beberapa cara untuk menjaga etika saat menanyakan hasil seleksi antara lain:

Jangan Terlalu Sering Menanyakan 

Jangan terlalu sering menanyakan hasil seleksi. Pastikan untuk menunggu waktu yang tepat sebelum menanyakan hasil seleksi.

Hindari Mengungkapkan Kekecewaan

Jangan menunjukkan kekecewaan saat menanyakan hasil seleksi. Hal itu dapat memberikan kesan yang buruk pada HRD atau pewawancara. Sikap tersebut dapat dianggap tidak profesional dan kurang sopan.

Bersikap Positif 

Tunjukkan sikap yang positif saat menanyakan hasil seleksi. Hindari menunjukkan sikap yang negatif atau kecewa apabila belum lolos seleksi.

Berterima Kasih 

Tetap berterima kasih atas kesempatan wawancara yang diberikan, meskipun belum lolos seleksi. Tunjukkan bahwa kita menghargai kesempatan tersebut dan berharap bisa berkesempatan lainnya di masa depan.

Jangan Memaksa 

Jangan memaksa atau menekan HRD atau pewawancara untuk memberikan keputusan yang tidak sesuai dengan hasil seleksi. Terima hasil seleksi dengan lapang dada dan berusaha lebih baik lagi di kesempatan selanjutnya.

Dengan mengikuti tips-tips tersebut, diharapkan kita dapat menanyakan hasil seleksi dengan lebih tepat, sopan, dan profesional. Namun, tentu saja, hasil seleksi akhir tetap tergantung dari kualifikasi dan kinerja kita selama wawancara dan tahap seleksi lainnya.

 Source:Qubisa.com